Contoh Drama Pendidikan Untuk 10 Orang Pemeran

Naskah Drama Pendidikan10 Orang Pemain - Pembullyan marak sekali terjadi. Apalagi di lingkungan sekolah yang ramai siswa-siswa sok kuasa dan sok jagoan. Tindakan seperti mendiskriminasi, memalak, membentak sesukanya adalah bagian dari pembullyan. Naskah drama di bawah ini merupakan contoh naskah drama tentang pendidikan di sekolah.

Tema: Pendidikan

Judul: Jangan Membully

Karakter / Penokohan: 

1. Elsa (pemimpin Genk)
2. Cici ( Anggota Genk)
3. Erna ( Anggota Genk)
4. Terry (Anak Baru)
5. Kepala sekolah
6. Guru BK
7. Wali Kelas
8. Vivi (Saksi Mata)
9. Rere (Saksi Mata)
10. Tia (Ketua kelas,Saksi Mata)

SINOPSIS DRAMA

Elsa, Cici dan Erna adalah anak kelas 3 di sebuah SMP. Ketiganya membentuk genk di sekolah dan seringkali membuat onar dengan memalak dan membully siswa lain. Suatu hari datang siswa baru yang kemudian dibullynya. Mereka baru sadar ketika guru, wali kelas, dan kepala sekolah menggelar sidah untuk mereka bertiga.

NASKAH DRAMA

Terlihat koridor sekolah yang ramai, adaElsa, Cici, Dan Erna berjalan santai. Hari ini mereka melakukan yang biasa mereka lakukan, yaitu memalak, memarahi dan membully siswa lain.

Erna : “Eh, Sa,Ci. Gue denger hari ini kita bakal dapet anak pindahan di kelas kita!”
Elsa : “Trus Apa masalahnya ama gue?”
Erna : “Ya engga , gue kan Cuma ngasih tau loe! Kali aja loe kudet gitu!”
Cici : “Iya gue juga denger, katanya sih namanya Terry”
Elsa : “Hah, siapa?Terry? nama kok kayak ikan teri sih. Hahaha, oke untuk hari ini kita bakal ngasih dia pelajaran berharga buat dia biar gak bisa macem-macem ama kita kedepannya.“

Elsa dan temannya pun menyusun rencananya untuk memberikan pelajaran tersebut kepada anak baru itu.

Bel tanda masuk pun dimulai, semua anak berjalan cepat menuju kelas mereka. Semuanya kecuali anggota genk terkenal ini mereka berjalan lambat menuju kelasnya yang lumayan jauh.
Didalam kelas para siswa duduk dengan rapi dan mengambil buku pelajaran sebelum dimulai pelajaran.

Brakkk…

Terdengar suara pintu terbanting, semua siswa melihat ke asal suara.
Ya! Tak lain adalah Elsa, Cici dan Erna. Mereka dengan santai nya memasuki kelas, dan bagaikan tak menghiraukan tatapan siswa kelasnya.
Tia sang ketua kelas yang merasa kesal bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka.

Tia : “Hei! Elsa,Cici, Erna udah aku peringatin beberapa kali bukan. Kalo buka pintu tuh biasa aja, gak usah dibanting segala. Kalo pintunya rusak mau gantiin?“
Elsa : “Oh,Hei! pasti soal properti sekolah yaa.. maaf maaf gue gak kan ngulangin kejadian banting pintu lagi deh“

Perkataan Elsa diiringi dengan tawa ejekkan dari Cici dan Erna.

Tia : “Terserah deh! aku ngasih tau serius, bukan bercanda!“
Cici : “OH! YAUDAH! PERMISI!”

Setelah itu guru pun masuk yang dibelakangnya terdapat seorang siswa.

Ibu Guru: “Yap! Anak-anakseperti yang sudah kalian ketahui kita memiliki seorang siswa baru! Tolong sedikit perhatiannya saat ia memperkenalkan diri“
Terry : “Assalamuaikum wr.wb. perkenalkan nama saya Terry pindahan dari SMP Negeri 5. Mohon bantuannya agar saya bisa meyesuaikan diri di lingkungan sekolah ini.”

Setelah pelajaran selesai, jam istirahat membuat semua siswa bebas dari pelajaran dan tugas dan bebas untuk makan dan minum dikantin.

Erna :“Mau kekantin nggak ?“
Elsa dan Cici : “Engga ah, gak nafsu makan gue“

Setelah itu, mereka melihat Terry yang sedang berdiri sendirian dan mereka teringat rencana mereka yang baru tadi pagi mereka rumuskan. Dan setelah itu mereka menghampiri Terry.

Elsa, Cici dan Erna : “Hai...”
Terry : “......”

Erna :“Heh, kita sapa baik baik juga bukanya di bales! susah banget sih ngejawab doang!”.

Terry yang terdiam, langsung berjalan melewati mereka bertiga.

Elsa : “ Heh, main pergi aja! sok banget jadi siswa baru, merasa bangga ya !”

Elsa menarik lengan Terry kasar.

Vivi yang melihat dan mendengar Terry dibentak, langsung pergi menghampiri Mereka berempat.

Vivi :“Eh, ada apa ini ?”.
Cici : “Bukan masalah lo ya! Jadi diem !”
Vivi : “Tapi kalian gak bisa gitu dong. Ngebentak dia seenaknya, dia kan masih baru jadi ...”
Elsa : “Iya iya gue tau, udah gak usah di lanjutin ceramahnya! cape gue dengernya.”


Setelah hari itu berlaluElsa, Cici dan Erna pun masih terus membully Terry dari masalah yang biasa hingga benar-benar sepele. Tak banyak memang orang yang melihat pembullyan itu secara langsung. Tetapi tak sedikit juga laporan tentang pembullyan ini. Guru guru dan kepala sekolah membahas kejadian ini, dan memutuskan bahwa sidang akan dilakukan besok dengan tersembunyi.

Tiba Guru BK hari ini memutuskan untuk menghampiri mereka –tersangka pembully-an.

Guru BK : “Kalian yang namanya Elsa,Cici dan Erna.Betul ?“
Guru BK : “Nanti Setelah selesai Sekolah datanglah ke aula sekolah“.
Erna : “Memangnya ada apa Bu?”
Guru BK : “Pokoknya datang saja” (dan pergi)

Bel tanda berakhirnya pelajaran dan juga bel tanda pulang sekolah telah berbunyi, sekarang waktunya para siswa untuk pulang ke rumahnya masing masing. Terkecuali Elsa, Cici dan Erna mereka harus datang ke aula sekolah.
Saat tinggal beberapa meter lagi sampai aula sekolah mereka bertiga sekilas melihat Kepala sekolah, Guru BK dan Wali kelas mereka. Perasaan mereka seketika campur aduk antara takut, gugup, gemetar dan heran. Firasat buruk pun seperti menambah kesan menakutkan, mereka sibuk dalam pikiran masing masing. Tapi,satu kata sama yang terlintas dipikiran mereka adalah ‘apa yang akan terjadi selanjutnya?’.

Elsa,Cici dan Erna : “Assalamualaikum”.
Semua orang dalam aula : “Walaikumsalam”
Kepala sekolah : “Akhirnya kalian datang, silakan duduk”.

Sekarang mereka bertiga bisa dengan jelas melihat bahwa orang yang ada dalam aula itu tak hanya Kepala sekolah, Guru BK dan Wali Kelas mereka tetapi ada Vivi, Rere, Tia dan Terry. Mereka pun duduk dikursi yang sudah di persiapkan, kursinya benar benar berada di tengah aula samping kiri terdapat teman sekelasnya dan samping kanannya terdapat para guru.

Guru BK : “Kita mulai saja ke pertanyaan pertama, tapi sebeloemnya saya harap kamu bisa menjawabnya dengan jujur dan tak ada kebohongan.”
Elsa : “Iya bu saya akan menjawab dengan sejujurnya.”
Kepala sekolah : “Apakah benar kalian membully Terry? Kenapa?”
Elsa,Cici dan Erna : “.....“ (terdiam.)
Guru BK : “Kenapa kau membully Terry karena ia mempunyai masalah denganmu? atau apa?”
Erna : “Ya! Saat kami menyapanya ia tak menyapa kami kembali“
Wali Kelas : “Apakah hanya itu pembelaan kalian ?“


Elsa, Cici dan Erna mengganguk.
Kepala sekolah : “Bagaimana dengan Terry kenapa engkau tak membalas sapaan mereka?”
Terry : “Aku hanya merasa gugup saat mereka menyapaku, aku minta maaf karena kesalahanku sewaktu itu dan membuat kalian marah padaku. Maaf kan aku”.
Elsa :“Iya maaf kan kami karena sudah kasar padamu, setelah kejadian ini aku harap aku dan teman temanku bisa berteman baik dengan semua orang dan tidak mementingkan siapa dia dan apa statusnya.”

Setelah kejadian itu, Elsa, Cici dan Erna berteman dengan Terry. Mereka bertiga belajar bahwa belajar bahwa tak baik membeda bedakan orang dan membullynya.

TAMAT

Jangan lewatkan, baca juga contoh naskah drama terkait: Contoh naskah drama pendek untuk 10 orang, contoh naskah drama pendek tentang pendidikan, dan naskah drama tentang anak sekolah. Demikian, semoga contoh naskah drama singkat ini bermanfaat bagi Anda.

Contoh Drama Lainnya


2 Responses to "Contoh Drama Pendidikan Untuk 10 Orang Pemeran"

  1. drama ini sangat menyenangkan klw ditampilkan ttp terlalu singkat

    BalasHapus
  2. drama ini sangat menyenangkan klw ditampilkan ttp terlalu singkat

    BalasHapus