Contoh Naskah Drama Remaja

Bagi masyaraat yang suka dengan drama remaja, kali ini akan diberikan contoh naskah drama remaja. Sebuah naskah drama yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat bagi seluruh kalangan masyarakat yang akan mengadaptasi contoh naskah drama remaja ini.

Berikut adalah contoh naskah drama remaja singkat yang bertema kekuatan. Sebuah cerita yang dapat menginspirasi seluruh masyarakat.

Contoh Teks Drama Remaja


Judul: Pasti Bisa

Tema: Kekuatan

Pemeran: 3 Orang Pemain
               
1. Ibu
2. Fika
3. Bu Guru

Sinopsis drama remaja


Fika adalah anak yang berprestasi di sekolahnya. Ia tak pernah absen dalam mendapatkan peringkat pertama. Namun akhir-akhir ini ia merosot menjadi peringkat kedua. Sang guru pun meneliti apa yang sedang dialami muridnya itu. Ibu Fika kini tengah sakit TBC dan tak bisa bekerja seperti biasanya sehingga Fikalah yang menjadi tulang punggung keluarga untuk beberapa saat. Meski demikian, Fika tak pernah lelah berdoa dan berusaha.

Naskah Dialog Drama


Di suatu pagi yang cerah, matahari bermandikan cahaya dan terdengar kokok ayam yang merdu. Fika bangun dari tidurnya dan bergegas berangkat sekolah. Sebelum itu Fika menyiapkan sarapan untuk dirinya dan ibunya yang tengah berbaring di ranjang.

Fika: Bu, Fika mau berangkat sekolah dulu. Hari ini Fika tinggal ibu sebentar tidak apa-apa, kan? Fika sudah memasak makanan untuk ibu. Kira-kira Fika akan pulang jam satu siang.

Ibu: Iya, Nduk. Berangkat saja, memang kewajibanmu adalah belajar. Bukan menjadi tulang punggung keluarga. Memang ibu yang salah terhadapmu.

Fika: Ibu tidak boleh menyalahkan takdir. Hidup ini sudah ada yang mengatur, jadi kita harus kuat menghadapinya. Tak perlu berburuk sangka dengan Tuhan ataupun berputusasa.

Ibu: Ibu sangat bangga kepadamu, Fik. Mempunyai anak sepertimu merupakan anugerah terindah bagi ibu.

Fika: Kalau begitu, Fika berangkat dulu, Bu. Ibu hati-hati di rumah.

Fika pun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Tanpa membawa uang saku karena ia berpikir jarak sekolahnya dengan rumah sangat dekat. Setibanya di sekolah....

Bu Guru: Fik, sini sebentar. Ibu mau ngobrol denganmu.

Fika: Iya, Bu ada apa?

Bu Guru: Akhir-akhir ini prestasimu kerap menurun. Sebenarnya ada apa? Apakah kamu sudah malas belajar, atau memang ada kendala lain?

Fika: Oh masalah itu Fika minta maaf ya Bu. Fika sedang merawat ibu yang sedang sakit. Ibu Fika mengidap TBC dan tengah terbaring di rumah. Sehingga Fika tak ada waktu untuk belajar. Waktu yang Fika miliki Fika pergunakan untuk menjaga ibu dan mengurus rumah. Selain itu Fika pun membantu ibu bekerja.

Bu Guru: Bekerja apa, Fik? Kamu tak seharusnya bekerja. Kamu masih SMA.

Fika: Ya, Fika tahu. Tapi keadaanlah yang menuntut Fika bertindak demikian, Bu. Saya tak bisa berdiam diri saja. Lalu makan dan kebutuhan sekolah yang harus dibayarkan didapatkan dari mana?

Bu Guru: Lalu kamu bekerja apa?

Fika: Apa saja asalkan halal. Fika membantu ibu menjahit pakaian. Beberapa tetangga biasanya mempermak celananya ke ibu saya. Juga terkadang berdagang kue keliling, atau membantu Bi Sumi tetangga saya untuk memetik teh di kebun.

Bu Guru: Sungguh mulia yang telah kamu perbuat, Fik. Ibu sebagai guru kamu justru bangga tak terkira kepadamu. Kamu murid yang patut dicontoh oleh semuanya. Kalau kamu merasa sulit ibu bisa bantu. Apa saja... kamu harus bilang ke ibu.

Fika: Terima kasih, Bu. Fika juga sangat bangga menjadi murid ibu. Jarang sekali ada guru yang perhatiannya lebih kepada muridnya.

Bu Guru: Ya, kamu terlalu berlebih. Namun ibu hanya menyarankan, bagaimanapun kamu harus mengutamakan sekolah. Tugas seorang murid adalah belajar maka dari itu kamu harus belajar.

Prestasi yang telah kamu raih itu harus dipertahankan. Kamu harus berbangga dengan keadaan apapun karena semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia hanya menjalankan kewajiban kita. Dan senantiasa berusaha dalam setiap masalah yang mendera.

Fika: Iya, Fika sangat paham dengan hal itu, Bu Guru. Semoga Fika menjadi anak yang lebih kuat dari sebelumnya setelah mendengar petuah yang ibu katakan baru saja. Fika akan belajar meski hanya sepuluh sampai dua puluh menit. Juga akan mengerjakan PR apabila ada. Dan tak lupa selalu berdoa.

Fika pun mendengar bunyi bel sekolah. Ia bergegas untuk memulai pelajaran. Juga sebuah nasihat di pagi hari tadi membuka pikirannya agar pantang menyerah dalam setiap masalah. Mungkin kali ini Ibunya menjadi media ujiannya dari Tuhan. Mungkin juga satu minggu, bahkan di masa yang akan datang akan datang badai yang lebih besar dalam kehidupannya. Dan ia cukup tahu dan kuat dalam mengatasinya. Tak ada yang mustahil di dunia ini jika kita mau berusaha dan tentunya diiringi dengan doa. Meski usianya yang masih remaja, Fika memiliki pikiran yang dewasa.

Baca Contoh Drama terkait:

  1. Contoh naskah drama 7 orang
  2. Contoh naskah drama cinta
  3. Contoh naskah drama pendidikan

Demikian contoh naskah drama remaja yang diharapkan dapat menginspirasi para pembaca dan seluruh kalangan masyarakat, khususnya bagi Anda yang memiliki kecintaan terhadap seni drama.

Contoh Drama Lainnya


0 Response to "Contoh Naskah Drama Remaja"

Poskan Komentar